Ini 8 Akibat Sering Memakai Celana Dalam Ketat

Akibat Sering Memakai Celana Dalam Ketat

Kesehatan tubuh wanita- Biasanya Kaum wanita/perempuan agar terlihat langsing banyak yang memilih memakai celana jenis shapewear yang ketat agar tubuhnya berbentuk. Tapi, celana dalam tersebut bisa berakibat buruk untuk tubuh Anda.



Berbagai jenis celana shapewear kini banyak beredar dan dijual di pasaran. Mulai dari celana besar Bridget Jones, celana pendek diatas lutut, hingga celana shapewear yang sedang tren di Inggris. 

Hampir semua wanita mempunyai pakaian dalam yang menghilangkan tonjolan pada tubuhnya.

celana yang membuat siluet pada pakaian yang berbahan jatuh itu Biasanya, cuma dikenakan di acara-acara khusus. Namun, sekarang banyak wanita yang memakai celana tersebut setiap hari.

Dengan meningkatnyanya pemakaian celana yang ketat tersebut, seorang ahli medis memperingatkan bahwa penggunaan celana ketat  dalam jangka yang panjang bisa berakibat sangat buruk bagi kesehatan. 

Dokter sudah menghubungkan celana shapewear dengan kondisi seperti trombosis vena, masalah pada punggung dan juga kanker seperti yang dikutip Dailymail:


1. Refluks Asam

Refluks Asam -Konsultan Kolorektal dan Dokter Bedah Umum yang bertempat di London Clinic, Jonathan Wilson, mengatakan, perut itu berada di antara pusar dan tulang dada. 

Penggunaan celana shapewear yang ketat akan menekan pada organ-orang yang ada di bawahnya.

Tekanan yang diakibatkan pada perut ini dapat mendorong asam naik ke atas ke kerongkongan. 

"Jika Anda tidak memiliki masalah pada refluks” tetapi memiliki kecendrungan, kemudian memakai pakaian yang ketat akibatnya dapat membuat Anda menderita," kata Dr Wilson memperingatkan.

"Kami menyarankan siapa saja yang menderita refluks asam hindari pemakaian pakaian ketat," katanya lagi.

Gejala yang tidak menyenangkan dari refluks asam termasuk heartburn adalah regurgitasi asam ke bagian belakang mulut dan disfagia, atau kesulitan menelan sesuatu yang masuk ke mulut.

Selain itu, wanita obesitas yang mengenakan pakaian dalam ketat juga berisiko akibatnya mengalami refluks asam. Studi ilmiah menunjukkan kelebihan lemak pada tubuh dapat mendorong ke bawah perut.

"Jika berat badan merupakan masalah bagi Anda, maka banyaklah alasan untuk melakukan diet dan olahraga daripada mengenakan pakaian yang ketat," kata Dr Wilson.


2. Kanker

Kanker -Penelitian yang menakutkan juga menunjukkan bahwa jika refluks asam yang tidak diobati akiatnya dapat meningkatkan resiko kanker esofagus.

Masalahnya yang muncul ketika refluks berubah menjadi kondisi yang disebut Barrett oesphagus, ketika sel-sel abnormal berkembang pada lapisan dalam pada bagian bawah kerongkongan, pada akhirnya dapat menjadi kanker.

Ini terjadi pada satu dari 10 orang yang mempunyai refluks asam. "Tidak semua orang yang mempunyai Barrett esophagus dapat mengembangkan kanker, tetapi ada juga peningkatan risiko pada orang yang berusia di atas 50 tahun," katanya.


3. Otot perut lemah

Mengenakan shapewear bisa mengakibatkan otot perut menjadi lebih lemah. Robert Shanks, pendiri dan Direktur Harley Street Clinic Spine London mengatakan jika Anda mengandalkan celana ketat agar lebih telihat langsing maka akibatnya otot Anda kurang bekerja setelah anda melepas celananya.


4. Nyeri punggung

Menurut Shanks, wanita yang mengandalkan shapewear memang dapat membuat Anda ramping tapi akibatnya postur tubuh Anda menjadi buruk.

jika pakaian dalam yang ketat itu bertindak seperti korset di sekitar tubuh Anda, maka sendi punggung anda tidak bisa bergerak dengan mudah.

"Kurangnya pergerakan berarti kurangnya pelumasan dan sendi anda pun akan mulai sakit," katanya.


5. Masalah kulit

Masalah pada kulit -Kulit juga bisa menderita ketika anda terlalu sering mengenakan pakaian ketat, yang dapat menyebabkan infeksi.

"Intertrigo adalah ruam yang kita lihat pada orang yang sering menggunakan banyak shapewear dan gymwear," kata seorang dokter kulit terkemuka Dr Sam Bunting.

Menurut Dr sam Bunting, pakaian jenis tersebut tidak memungkinkan udara bersirkulasi. Ketika udara tidak dapat bergerak dengan bebas di antara kulit dan pakaian maka akibatnya menjadi panas dan lembab. 

Dan ketika bergesekan, kelembaban, dan panas datang bersama-sama akibatnya dapat menciptakan lingkungan yang sempurna untuk bertumbuhnya infeksi bakteri dan jamur.


6. Varises pembuluh darah

"Jika pakaian anda terlalu ketat pada bagian atas kaki maka mengakibatkan aliran balik ke vena (laju aliran darah kembali ke jantung) yang mungkin menjadi miskin dan siapa saja dengan varises di kaki akan menemukan mereka menjadi lebih buruk," kata " kata konsultan bedah vaskular Mr Constantinos Kyriakides dari The Private Clinic di Harley Street.

dIa memperingatkan, salah satu tanda-tanda suplai darah yang buruk pada kaki, yang bisa disebabkan terbatasinya aliran darah yang lebih karena memakai pakaian ketat akibatnya pembengkakan pada pergelangan kaki. 

"Anda juga dapat merasakan bahwa kaki Anda menjadi sangat menyakitkan," katanya.


7. Pembekuan darah

Apapun yang dapat memperlambat kembalinya darah ke jantung seperti pakaian ketat, pada akhirnya akan menyebabkan deep vein thrombosis atau DVT.

"DVT yang berpotensi fatal mengarah ke emboli paru (penyumbatan di arteri paru-paru). Arsip medis juga mendokumentasikan laporan shapewear yang mengarah ke trombosis vena," kata Kyriakides.

8. Kembung

Shapewear pada dasarnya dirancang untuk membuat tubuh pemakai menjadi lebih ramping tapi efeknya sebaliknya. "Jika usus Anda ditekan maka ini dapat mengganggu aliran pencernaan," kata Wilson.

"Membatasi usus Anda selama proses pencernaan pada usus dapat menyebabkan gas dan akibatnya menjadi kembung," katanya lagi.

dIa juga memperingatkan siapapun yang menderita penyakit sindrom iritasi usus (IBS) misal meliputi sakit perut kronis, kebiasaan buang air besar yang berubah, dan kembung agar menghindari pemakaian shapewear.

info kesehatan lainnya klik disni

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »